Memilih Teman Yang Baik

Diposting Oleh : Radio Salam Jambi | Selasa, 7 November 2017 | 09:27:22 WIB

MEMILIH TEMAN YANG BAIK


وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

( سورة الكهف: ٢٨)


Artinya:Dan bersabarlah engkau (Muhammad) bersama orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia; dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas.(Q.S. Al-Kahfi:28)

 


- Allah subhanahu wata'ala memerintahkan kepada kita untuk mencari teman yang senantiasa berzikir kepada Allah

 

- Allah perintahkan kita bersama orang² yang mentauhidkan Allah , berdo'a hanya kepada Allah

 

- Keutamaan Zikir Pagi & sore

 

- Janganlah kita meninggalkan orang² yang mentauhidkan Allah & senantiasa berdoa kpd Allah hanya karna mencari harta & kedudukan, karna harta adalah fitnah (ujian) umat ini

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

 

{ إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ }


“Sesungguhnya setiap umat memiliki fitnah, dan fitnah bagi umatku adalah harta.”

(HR. Tirmidzi, , Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam Silsilah Ash Shohihah)

 

- Janganlah kita duduk bemajlis berteman dengan orang² yang lalai hatinya dari mengingat Allah, tidak takut kepada Allah & adzab-Nya.

 

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ، وَكِيرِ الْحَدَّادِ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ،أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً .

 

 “Permisalan teman duduk yang shalih dan buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun penjual minyak wangi, bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan mendapat bau harum darinya. Adapun tukang pandai besi, bisa jadi ia akan membuat tubuhmumu terbakar, atau kamu akan mendapat bau yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari No. 2101, Muslim No. 2628 dan ini adalah lafadz Bukhari)


Ma'had Ubay bin Ka'ab, 18 Shafar 1439

Alfaqir ila afwi rabbih Abu Sufyan Muhammad Sa'id bin Ridwan

KOMENTAR ANDA

Newsletter

Pastikan Anda tidak melewatkan kejadian menarik dengan mengikuti program newsletter kami.

Contact us

Jika Anda mempunyai pertanyaan atau ingin menyampaikan informasi, saran, pengalaman atau keluhan yang dapat memperbaiki kinerja kami, silakan hubungi kami melalui :

  • Telp : 0821-8062-3333

Jam Kerja 08.00 s/d 17.00 WIB

Connect with us

Kami berada pada Jaringan Sosial. Ikuti kami & berhubungan.